Komunikasi Pemasaran Antimo Anak di Media Sosial

  • Annisa Dewi Yustita
Keywords: media sosial; Antimo Anak; motivasi; komunikasi pemasaran; viral

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial, khususnya di segmen industri. Banyak industri memanfaatkan media sosial sebagai saluran promosi. Namun, industri farmasi merupakan industri yang lambat mengadopsi media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran. Lambatnya industri farmasi dalam mengadopsi media sosial juga terjadi pada PT Phapros, Tbk yang merupakan produsen Antimo AnakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut dan menganalisis proses komunikasi pemasaran Antimo Anak di media sosial dilihat dari sisi motivasinya (antecedents).  Penelitian ini menggunakan berbagai konsep terkait komunikasi pemasaran seperti media sosial, social media marketing, motivasi (antecedents) yang diturunkan lagi menjadi customer engagement, viral marketing, buzz marketing, peer influence, dan online community. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menggali informasi lebih dalam terkait aktivitas komunikasi pemasaran Antimo Anak di media sosial melalui wawancara semi terstruktur dengan narasumber internal dan informan untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.  Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, dijelaskan bahwa motivasi Antimo Anak melakukan komunikasi pemasaran di media sosial adalah karena kekuatan media sosial yang bisa menciptakan keterikatan dengan pelanggan (customer engagement) dan viral marketing.

References

Belch, George E., & Belch, Michael A. (2007). Advertising and Promotion, An
Integrated Marketing Communications Perspective (7th ed.). New York: McGraw-Hill/Irwin.
Cao, Y., & Hong, P. C. (2011). Antecedents and Consequences of Social
Media Utilization in College Teaching: A Proposed Model with Mixed-Methods Investigation. Vol. 19 No. 4 2011.DOI: 10.1108/10748121111179420. Emerald Group Publishing Limited. Diakses pada 3 Juni 2017 dari https://www.researchgate.net/publication/235275323_Antecedents_and_consequences_of_social_media_utilization_in_college_teaching_A_proposed_model_with_mixed-methods_investigation
Creswell, J.W. (2009). Research Design Qualitative, Quantitave and
Mixed Methods Approaches 3rd Edition. SAGE Publications Inc.
Daymon, C. & Holloway I. (2011). Qualitative Research Methods in Public
Relations and Marketing Communications 2nd edition. Routledge: New York.
Digital Health: Building Social Confidence in Pharma. (2013). Weber Shandwick. Diakses 10
November 2017 dari https://www.webershandwick.com/uploads/news/files/Digital_Health_Study_2013.pdf
Fill, C. (2013). Marketing Communications Brands, Experiences, and
Participation (6th. Ed.). London: Pearson Education Limited.
Industri Farmasi Lambat Mengadopsi Media Sosial. (2013). Marketeers.
Diperoleh pada 3 Juni 2017 dari http://marketeers.com/industri-farmasi-lambat-mengadopsi-media-sosial/
Infografis Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia. (2016).
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Diperoleh pada 18 Januari 2017 dari file:///C:/Users/user/Downloads/bdEuniKZOMxpoNTFcJeyaW64Xj2kzr
Men, L.R., & Tsai, W.S. (2015). Infusing Social Media with Humanity:
Corporate Character, Public Engagement, and Relational Outcomes. Journal of Public Relations. DOI: 10.1016/j.pubrev.2015.02.005 diakses pada 17 Juni 2017 dari https://www.researchgate.net/publication/273005926_Infusing_social_media_with_humanity_Corporate_character_public_engagement_and_relational_outcomes
Moriansyah, L. (2015). Pemasaran Melalui Media Sosial: Antecedents dan
Consequences. Depok: Universitas Indonesia. Diakses pada 3 Juni 2017 dari https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpkop/article/view/346/282
Ryan, D., & Jones, C. (2009). Understanding Digital Marketing, Marketing
Strategies for Engaging The Digital Generation. London: Kogan Page Limited.
Safko, Lon., & Brake, D. (2009). The Social Media Bible: Tactics, Tools, and
Strategies for Business Success. New Jersey: John Wiley and Sons.
Schiffman, L.G., & Wisenblit, J.L. (2015). Consumer Behavior (11th ed). England:
Pearson Education Limited.
Social Media Engagement in Pharmaceutical Industry Hindered More by
Internal Lack of Social Confidence than External Regulations, New Research Finds. (2013). Weber Shandwick. Diakses 10 November 2017 dari http://www.webershandwick.com/news/article/social-media-engagement-in-pharmaceutical-industry-hindered-more-by-interna
Volkman, E. (2011). What Is an Online Community?. Social Media Today.
Diakses pada 8 Juli 2017 dari http://www.socialmediatoday.com/content/what-online-community
Weinberg, Tamar. (2009). The New Community Rules: Marketing on The
Social Web. USA: O’Reilly.
Whiting, A., & William, D.S. (2013). Why People Use Social Media: A uses and
gratifications approach. Journal of Business and Marketing. DOI: 10.1108/QMR-06-2013-0041. Diakses pada 17 Juni 2017 dari https://www.researchgate.net/publication/263266186_Why_people_use_social_media_A_uses_and_gratifications_approach
Widiartanto, Yoga H. (2016). 2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 juta.
Kompas.com. Diakses pada 18 Januari 2017 dari http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta
Wikstrom, E., & Wigmo J. (2010). Social Media Marketing: What roleh can
social media play as a marketing tool?. Journal of IT. Linnaeus University. Diakses pada 17 Juni 2017 dari http://www.diva-portal.org/smash/get/diva2:322767/fulltext01
Published
2021-01-06
How to Cite
Yustita, A. (2021, January 6). Komunikasi Pemasaran Antimo Anak di Media Sosial. COMMENTATE: Journal of Communication Management, 1(2), 208-221. Retrieved from http://journal.lspr.edu/index.php/commentate/article/view/208