Journal History

Communicare : Journal of Communication Studies atau biasa disebut Jurnal Communicare LSPR adalah jurnal di bidang Ilmu Komunikasi dengan ISSN 2089-5739 (cetak) dan E-ISSN 2502-2091 (online). Jurnal Communicare awalnya diterbitkan oleh Departemen Research Centre LSPR dalam bentuk cetak. Research Centre adalah salah satu departemen dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Kemudian penerbitannya beralih pada bagian Jurnal yang masih dalam lingkup kerja LPPM hingga tahun 2017 awal. Setelahnya, Jurnal Communicare yang sempat mati suri, berada di bawah Research Centre and Publication Department yang memiliki cakupan lebih luas. Saat ini, LPPM LSPR sedang dalam proses pergantian nama menjadi LP3M LSPR, sehingga Jurnal Communicare saat ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) LSPR, dan merupakan anggota dari Asosiasi Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI) sejak bulan Februari 2017. Jurnal Communicare pertama kali terbit dalam edisi cetak pada tahun 2013, terdaftar dan memiliki ISSN cetak pada tahun 2015 dan mulai beralih ke edisi digital dan E-ISSN pada tahun 2016.

Nama Communicare diambil dari Bahasa Latin ‘Communicare’ yang artinya “berbagi”, “menerima”, dan “bergabung”. Asal kata ini, dan juga permainan kata Bahasa Inggris “Communi(cation)-care” adalah dasar pembentukan nama jurnal ini, dengan tujuan (seperti penggabungan arti kata-kata tersebut) agar Jurnal Communicare dapat menjadi penghubung komunikasi antar manusia, saling berbagi pandangan tentang ilmu komunikasi, terbuka, dan peduli. 

Pada awal penerbitannya, Jurnal Communicare yang sedang beranjak dari versi cetak ke versi digital masih sulit menjaga kesinambungan terbitan. Pada tahun 2016, Jurnal Communicare hanya terbit sebanyak 1 edisi yaitu Vol 3 No 1 (2016). Penerimaan artikel, proses review dan pengelolaan masih melalui email. Pada tahun 2017, mulai dilakukan upaya pengejaran terbitan dengan menerima artikel dan penerbitan Vol 3 No 2 (2016) yang dilanjutkan dengan penerbitan selanjutnya di tahun 2018 sebanyak 3 edisi yaitu Vol 4 No 1 (2017), Vol 4 No 2 (2017), Vol 5 No 1 (2018) dan Vol 5 No 2 (2018). Pada proses review, Jurnal Communicare melakukan proses double blind review, namun pada edisi pertengahan terjadi ketidak konsistenan pada jalannya proses ini sehingga yang pada Vol 3 No 1 dan 2 dilakukan oleh 2 reviewer, pada edisi selanjutnya hingga akhir tahun 2018 Jurnal Communicare melakukan proses double blind review yang dilakukan oleh seorang reviewer. Pada Vol 6 No 1 (2019), Jurnal Communicare kembali melakukan proses double blind review oleh 2 orang reviewer.

Seiring berjalannya waktu, Jurnal Communicare mengalami beberapa perubahan dan penyesuaian, terutama setelah mengikuti workshop yang diadakan oleh APJIKI dan Ristekdikti dengan semangat menuju akreditasi. Tampilan OJS yang awalnya menggunakan template dasar mulai dipoles dengan pembuatan header, dan menu-menu serta kelengkapannya. Jurnal Communicare terindex Garuda mulai pada tanggal 2 Agustus 2019, pada saat workshop percepatan akreditasi dengan bantuan Ristekdikti. Pada tahun 2017 akhir, dilakukan perubahan proses design yang awalnya menggunakan indesign menjadi menggunakan template ms.word untuk memudahkan dan mempercepat proses. Ukuran yang digunakan masih sama seperti pada awal penerbitan yaitu A4. Jenis font yang digunakan untuk artikel yang di publish adalah Cambria.

Topik yang dimuat di jurnal Communicare meliputi Public Relations; Komunikasi Media Massa dan Komunikasi Media Sosial; Marketing Komunikasi; Komunikasi Media Digital & Periklanan; Performing Arts Communication; Komunikasi Hubungan Internasional; Komunikasi Kewirausahaan dan Bisnis; Hospitality Communication Management & MICE; Komunikasi Lingkungan; Komunikasi Politik; Literasi Media dan Komunikasi; dan Jurnalistik. Pada tahun 2019, jurnal Communicare memberlakukan peraturan baru bahwa jurnal tidak menerima lagi artikel yang mengangkat topik yang mempromosikan rokok. Hal ini untuk mendukung upaya LSPR untuk menjadi kampus bebas asap rokok.